Kiayi dan Santri "Ontrog" Kejari

Friday, 02 Dec 2011 | 21:05:31 WIB

Terkait

TASIK, (KP).-
Massa santri dan sejumlah kiayi yang mengatasnamakan Forum Santri Tasik (FST) kembali mengontrog Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya, Kamis (1/12) kemarin. Dalam tuntutan kali ini, mereka mendesak pihak Kejari segera melakukan upaya kasasi terkait vonis bebasnya Ketua FKMT, Dani Safari dalam kasus tuduhan pencemaran nama baik terhadap pesantren, seperti diberitakan KP Edisi Kamis (1/12).
Setibanya di Kejari, sejumlah Kiayi yang dipimpin KH. Cecep Bustomi (Ponpes Bahrul Ulum-Awipari) langsung melakukan audiensi dengan pihak Kejari. Mereka diterima Kasi Pidum, Dahwan dan Kasi Intel, Aji Susanto. Dalam audiensi tersebut, mereka menuntut Kejari Tasik melakukan kasasi atas vonis bebas yang diberikan majelis hakim terhadap Dani Safari.
Koordinator Forum Santri Tasik (FST), Aan Farhan mengatakan, Kejari harus sesegera mungkin melakukan kasasi ke Mahkamah Agung karena disinyalir Aan, telah terjadi "kongkalikong" tuntutan hukum, sehingga Dani Safari bisa bebas dari tuntutan pencemaran nama baik.
"Kami minta, senin (5/12) kasasi tersebut sudah didaftarkan ke Panitera Pengadilan Negeri Tasik. Jika tidak, kami pun punya cara tersendiri untuk menyelesaikan kasus ini," tegas Aan.
H. Ate Furqon selaku pelapor dari Ikatan Kiayi Muda (IKM) Tasik didampingi Ketua Tim Advokasi IKM, Ustadz Iri Syamsuri menambahkan, Kejari dituntut untuk sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya memproses upaya kasasi tadi.
Dan, jika ada kekurangan bukti hukum, katanya, pihak Pesantren, Diniyah Takmiliyah Awaliyah dan DKM pun berharap agar Kejari terus mengkomunikasikannya sehingga proses kasasinya berlanjut.
Menanggapi tuntutan itu, Kasi Pidum, Dahwan berjanji akan memenuhi aspirasi Kiayi dan FST untuk segera memproses upaya kasasi karena sudah menjadi kewajiban Jaksa jika suatu tuntutan di vonis bebas, kejari harus melakukan kasasinya. Tapi, katanya, saat ini kejari belum menerima memori putusannya, padahal jika putusan sudah dibacakan Hakim, memori itu sudah harus kami terima.
"Sampai saat ini belum kami terima, malah dari Kejari pun sedang memintanya ke pengadilan. Jika sudah ada memori putusan lengkapnya, pasti kami susun kasasinya sekaligus menambahkan bukti hukum lainnya," ucap Dahwan.
Sementara itu kuasa hukum Dani Safari, Ahdar SH, mengaku pihaknya tidak masalah bila penuntut mengajukan kasasi. Pihaknya siap menunggu proses hukum tesebut bila nyatanya kasasi digelar.
Hal ini menurut Ahdar merupakan salah satu upaya hukum yang wajar dilakukan. Akan tetapi bila bercermin dari persidangan putusan kemarin, ia tetap yakin bila kasusnya akan kembali dimenangkan. "Sejak awal pun kasus ini terlalu dipaksakan masuk pengadilan, makanya diputus bebas. Jika kasasi dilakukan, kita telah siap," terangnya.
Selama para kiayi melakukan audiensi di aula Kejari, massa FST terus berunjuk rasa sebagai bentuk dukungan pada sejumlah kiayi yang sedang audien. Bahkan, seperti aksi sebelumnya kericuhan pun tak bisa dielakkan, terlebih saat aksi saling dorong dengan anggota Samapta Polres Kota yang menjaga pintu loby.
Kedua pihak pun bersitegang, sebelum akhirnya bisa ditenangkan oleh KH. Cecep Bustomi yang langsung turun ke lokasi. "Tenang-tenang, Kejari sudah mengambil keputusannya akan melakukan Kasasi, dan kita dorong agar mereka serius melakukan Kasasinya," tandas KH. Cecep. (E-21/jani)***

Author : Zulkarnain Finaldi Dibaca : 387 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.